Tag - Kumpulan Puisi

“Penakluk Setapak” Sebuah Bahasa Pendaki

Maha suci Tuhan dengan segala cipta-Nya. Ia Tumbuhi bumi ini dengan yang kekar dan tangguh, yang tercipta diam dalam sunyi, dan riuh angin menerpa pepohonan adalah suaranya. Tentunya, suara alam yang sunyi itu hanya mereka yang tau, bukan yang angkuh, bukan juga yang tangguh. ya... merekalah yang memiliki tekad kuat, dan mencoba mengalahkan diri sendiri...

“Bagiku Hanya Diorama” Penuangan Kekecewaan Dalam Sajak

"Diam itu emas tapi bicara baik itu berlian". Begitulah kiranya yang pantas disematkan kala penulis puisi yang satu ini mencoba mengungah perasaanya kedalam sajak. Kecewaan tertuang rapih dalam bait-bait puisinya, gambaran yang sering melekat dalam kehidupan percintaan, bagaimna menunggu itu begitu menyedihkan. Ketika dua sejoli sama-sama tau saling suka mengapa tak ada ungkapan yang...

Simpanlah Aku dalam Hati Cinta-Mu| Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 4

Lyceum Indonesia, kembali menayangkan puisi Prof. Cecep Sumarna. Puisi melankolis yang penuh nuansa kemanusiaan dan ketuhanan. Puisi ini, dibacakan Prof. Cecep Sumarna saat hari ulang tahunnya yang ke 45. Ia membaca puisi di sekolah bebas bernama lyceum Indonesia. Puisi ini, menurut kami, team lyceum, sangat pantas dan layak untuk ditayangkan. Inilah puisi yang menggugah pembaca...

“Denganmu” Sangat Menakutkan | Kumpulan Puisi Tentang Cinta

Memang hidup itu penuh pilihan, Tidak ada yang namanya kalimat "tidak ada pilihan lagi". Kita Hidup karena kita  dipilih, termasuk dipilih untuk menikmati indahnya dunia ini, terkadang dalam hidup  harus memilih mana yang benar-benar baik untuk kita dan mana yang sebenarnya tidak harus kita pilih. Terkadang memilih itu memang sulit, tapi inilah kehidupan, tidak ada...

“Diamku di Puri itu” Gusar Meruah Dalam Kebisingan

Banyak cara untuk mentransformasikan kegundahan dalam hidup kita ini, salah satunya dengan mengiramakan puisi dalam kehidupan kita. Perlu diingat "bagaimana kedauhan dapat mencair sementara jiwa seni tak pernah kita pancarkan". Untuk menyemai jiwa-jiwa yang selau memancarkan jiwa seninya kami Lyceum Indonesia kembali menghadirkan Puisi Edisi 22 Oktober 2016. Puisi yang hadir dengan judul Diamku...

Pesan Untuk Teman Kecil “Aku Rindu Kebebasan Kita Dulu”

Setiap orang pasti memiliki sahabat saat kecil dulu, sahabat yang begitu sering menemani kita bermain, belajar bahkan membuat orang tua kita masing-masing menjadi khawatir. saat menginjak sekolah dasar, dengan sahabatlah kita ingin duduk sebangku. Saat menginjak remaja dengam sahabtlah kita ingin becanda dan tertawa, mencari hal baru baik itu positif maupun negatif. Namun Seiring...

“Anak Kampung” Tercabik Rindu Pudar dan Mengakar

pernahkah merasa ingin diam dan sendiri, di tempat dimana biasa  ramai? lalu meridukan suasana sunyi dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. perasaan seperti itu biasa dirasakan bagi mereka yang berpetualang di bukan tempat kelahiran. Berbagai bentuk rindu yang hadir, lalu diutarakan dengan komunikasi dengan mereka yang ada di tempat kelahiran kita, tempat dimana kita dibesarkan. siapa...

“Tanggal jadi-ku ” Kau Mengecewakan

Puisi Edisi 11 Oktober 2o16. Berapakah usia hubunganmu saat ini? pernah dikecewakan? pernah dibahagiakan? seberapa besar kau rindu padanya, dapatkah kau ukur? semua pasangan pasti punya cara masing-masing menjawabnya.  Selau belajar dari yang terjadi mungkin itu bahasa yang bijak, karena memang kecewa datang pada saat harusnya bahagia itu sudah lazim.betapa bahagianya kita kala datang...

“Aku Hamba Jalang” Sebuah Sajak Kecil Untuk Tuhan

Hidup dalam buaian dunia, membuat kita tak pernah menyadari bertapa kita begitu kecil dibanding Kuasa-Nya. Dunia yang menampakan kepongahan mempengaruhi kita terbawa arus kedalamnya, sulit keluar karena berada dalam kesenangan. Kadang sebagian dari kita tidak pernah sadar kita terlahir dari mana? dan siapa yang Membuat kita begitu hebat?. Dikala tiba saatnya terdampar kita baru...

Cahaya Yang Hilang | Puisi Lyceum Indonesia

Puisi Lyceum Indonesia. Sepertinya memang harus memegang kalimat ini kuat-kuat "Kekecewaan adalah kawan dekat kemenangan" . Lalu sadar bahwa yang datang pasti akan pergi, Begitulah kiranya Hukum Alam. Perasaan kecewa pasti ada pada setiap pilihan kita.. siapa yang ingin kecewakan? yaris jawabanya (Nol), dan tak menyadari bahwa kita sering mengecewakan orang lain.Sepertinya Puisi kali ini Edisi...